Menjadi Pribadi Pembelajar, Kunci Perjalanan Kepemimpinan Sefudin Suria Hidayat di BSI

    

SUKSES: Regional CEO BSI Regional Office IX Kalimantan Sefudin Suria Hidayat - Foto Dok Istimewa 


BAGI Sefudin Suria Hidayat, menjadi pribadi pembelajar bukan sekadar cara untuk berkembang, tetapi menjadi nilai yang terus ia pegang dalam setiap perjalanan kariernya.

Prinsip sederhana tersebut yang membawanya melewati perjalanan panjang selama hampir 17 tahun di industri perbankan, khususnya bersama Bank Syariah Indonesia (BSI). Berbagai amanah strategis telah dipercayakan kepadanya, mulai dari pengembangan bisnis funding, lending, hingga transformasi digital perbankan. Kini, ia dipercaya untuk memimpin sebagai Regional CEO BSI Regional Office IX Kalimantan.

Baginya, setiap amanah adalah ruang untuk belajar dan memberikan kontribusi terbaik.

“Saya selalu melihat setiap tantangan yang diberikan pimpinan sebagai kesempatan untuk bertumbuh. Ketika mendapatkan amanah di bidang yang mungkin sebelumnya belum menjadi keahlian utama saya, maka kuncinya adalah mau belajar, mendengar, memahami, dan beradaptasi. Alhamdulillah, dengan proses tersebut setiap tantangan dapat dilalui dengan baik,” ungkapnya.


Memimpin wilayah Kalimantan tentu menghadirkan dinamika tersendiri. Potensi ekonomi yang besar, terutama dari sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi BSI untuk terus menghadirkan solusi perbankan yang relevan bagi dunia usaha dan masyarakat.

Menurutnya, peran BSI hari ini bukan hanya sebagai institusi keuangan, tetapi juga sebagai mitra yang mampu membangun ekosistem.


FOTO BERSAMA: Kunjungan Regional CEO BSI Regional Office IX Kalimantan Sefudin Suria Hidayat ke Perwakilan OJK Provinsi Kalsel - Foto Dok Istimewa 


“Kami ingin hadir bukan hanya memberikan layanan transaksi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan bisnis dan kehidupan masyarakat. Melalui penguatan ekosistem digital, kami mendorong pelaku usaha agar lebih mudah, efisien, dan produktif dalam menjalankan aktivitas bisnisnya,” jelasnya.

Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah mendorong pemanfaatan layanan digital melalui BYOND by BSI. Melalui ekosistem ini, kebutuhan transaksi, pembayaran, hingga aktivitas finansial masyarakat dapat dilakukan secara lebih mudah dan terintegrasi.

Menurut Sefudin, transformasi digital telah menjadi kebutuhan utama di era saat ini.

“Sudah tidak ada lagi batas antara digital banking syariah maupun konvensional. Yang membedakan adalah bagaimana kita menghadirkan value dan pengalaman terbaik bagi nasabah. Melalui BYOND by BSI, kami ingin memberikan layanan yang bukan hanya cepat dan mudah, tetapi juga menghadirkan nilai finansial, sosial, dan spiritual dalam satu ekosistem,” tuturnya.

Selain penguatan digital, BSI juga terus membuka peluang bisnis baru melalui layanan Bank Emas. Menurutnya, investasi emas menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam menjaga nilai aset di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

“Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap Bank Emas sangat positif. Ini menjadi bagian dari komitmen BSI untuk menghadirkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.


RAMAI: Kegiatan Fun Run Langkah Emas Untuk Generasi Emas yang digelar oleh BSI Regional Office IX Kalimantan - Foto Dok Istimewa 

Namun bagi Sefudin, keberhasilan sebuah bank tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.

Karena itu, BSI terus memperkuat kontribusi sosial melalui berbagai program pemberdayaan, bantuan masyarakat, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami ingin BSI hadir dengan makna yang lebih luas. Tidak hanya menjadi tempat masyarakat bertransaksi, tetapi juga menjadi institusi yang memberikan dampak positif dan menghadirkan kebermanfaatan,” ujarnya.


BERBAGI: Kegiatan CSR BSI Regional Office IX Kalimantan untuk masyarakat pra sejahtera - Foto Dok Istimewa


Salah satu bentuk nyata yang dilakukan adalah kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan program pemberdayaan masyarakat, termasuk pelatihan keterampilan bagi kelompok masyarakat agar dapat memiliki kemandirian ekonomi melalui dukungan ekosistem digital BSI.

Dari sisi kinerja, perjalanan bisnis BSI Regional Office IX Kalimantan menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga Mei 2026, di tengah tantangan ekonomi global, bisnis BSI di wilayah Kalimantan mampu mencatatkan pertumbuhan double digit dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1,7 triliun, pembiayaan Rp1,3 triliun, serta margin sebesar Rp300 miliar.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja sama seluruh insan BSI dan dukungan berbagai pihak.

“Tidak ada keberhasilan yang dibangun oleh satu orang. Ini adalah hasil dari kolaborasi, kerja keras, dan komitmen seluruh tim. Dengan izin Allah SWT dan semangat bersama, kami optimis dapat terus memberikan kinerja terbaik,” katanya.

Ke depan, Sefudin berharap sinergi antara BSI, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Kalimantan.

Melalui berbagai kolaborasi, seperti program Pemda Berhaji dan Pemda Berkilau, BSI berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus memperluas literasi keuangan syariah.

“Harapan kami, BSI dapat terus menjadi bagian dari perjalanan kemajuan Kalimantan. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, memberikan solusi, dan menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas,” tutupnya.

Penulis: Arief Rahman

Lebih baru Lebih lama